Notification

×

Iklan

Iklan 728x90 google news

 


Indeks Berita

Tag Terpopuler

Andrian Mufti Duduga Tak Mampu Pimpin PTPN Vl: Ratusan Pohon Sawit Produktif Yang Seharusnya Menjadi Mesin Keuntungan Justru Berubah Menjadi Buah Membusuk, Biaya Perawatan Kemana?

| Februari 15, 2026 WIB | 0 k


 
Foto Ist: Temuan investigasi di lapangan mengungkap kondisi memprihatinkan di kebun milik PTPN IV Regional II Unit Ajamu II yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan negara tersebut.


LABUHAN BATU – noviralnojustice.com.–Situasi kritis diduga tengah melanda PTPN IV Regional II Unit Ajamu II di bawah kepemimpinan Andrian Mufti. Ratusan tanaman sawit produktif berusia sekitar 7–9 tahun dilaporkan berada dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Temuan ini berada di Afdeling II, sekitar 500 meter dari kantor afdeling, wilayah Desa Selat Beting, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Berdasarkan investigasi lapangan pada Senin (17/01/2026), kebun tersebut diduga mengalami penurunan produktivitas signifikan akibat lemahnya pengelolaan. Sejumlah indikasi kegagalan manajerial ditemukan, mulai dari perawatan tanaman yang tidak dilakukan hingga pengendalian gulma yang buruk.

TEMUAN UTAMA DI LAPANGAN

1. Pemangkasan Pelepah (Pruning) Diduga Terabaikan

Tanaman sawit yang masih tergolong muda ditemukan tidak dilakukan penunasan dalam waktu lama, diperkirakan hingga satu tahun. Kondisi pelepah yang terlalu rimbun, mengering, dan layu menunjukkan tidak adanya perawatan rutin.

Ketiadaan pruning berpotensi meningkatkan risiko hama dan penyakit serta menurunkan produktivitas secara signifikan.

2. Ledakan Gulma Anakan Sawit

Ratusan anakan sawit tumbuh liar dan menyerang tanaman pokok. Kondisi ini diduga akibat brondolan yang tidak dipanen sehingga berkembang menjadi gulma.

Fenomena ini memperbesar persaingan nutrisi dan mempercepat penurunan hasil panen.

3. Gulma Rumput Liar Tidak Terkendali

Di beberapa titik hamparan, rumput liar tumbuh masif dan menghimpit tanaman. Selain mengganggu penyerapan unsur hara, kondisi ini juga menunjukkan lemahnya sistem pengendalian gulma di kebun.

4. Gulma Berkayu Tidak Didongkel

Anak kayuan ditemukan tumbuh hingga sekitar dua meter, menandakan tidak adanya kegiatan pendongkelan dalam waktu lama.

Pertumbuhan gulma berkayu ini berpotensi mengganggu proses fotosintesis dan distribusi nutrisi tanaman.

5. Tandan Buah Membusuk di Pohon

Investigasi juga menemukan sejumlah tandan buah yang membusuk di pokok, indikasi kuat adanya kegagalan panen dan pengawasan operasional.

KONFIRMASI MANAJEMEN

Hingga rilis ini dipublikasikan, Manajer kebun, Andrian Mufti, belum memberikan tanggapan resmi. Permintaan konfirmasi telah disampaikan melalui pesan WhatsApp disertai foto dan video temuan lapangan.

DAMPAK DAN DESAKAN INVESTIGASI

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi perusahaan serta berdampak pada keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pekerja.

Sejumlah pihak mendesak agar Sistem Pengawasan Internal (SPI) segera turun melakukan audit investigatif menyeluruh untuk:

Mengungkap penyebab utama kerusakan

Menghitung potensi kerugian

Menetapkan pertanggungjawaban manajerial

Langkah cepat dan transparan dinilai krusial untuk mencegah kerusakan yang lebih luas serta menjaga akuntabilitas pengelolaan aset negara. (Annas)




×
Berita Terbaru Update