Noviral Nojustice – Mataram_ Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional
untuk Demokrasi (EW LMND) Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi terhadap
penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Di tengah
berbagai sorotan terkait sejumlah insiden yang terjadi di beberapa cabang
olahraga, EW LMND NTB menilai secara keseluruhan pelaksanaan Porprov tetap
berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan utamanya sebagai ajang
pembinaan atlet daerah.
Sekretaris EW LMND NTB, Wildan Ummairah, mengatakan
bahwa publik seharusnya melihat penyelenggaraan Porprov secara objektif dan
menyeluruh, bukan hanya berfokus pada beberapa insiden yang terjadi selama
pertandingan.
"Menurut EW LMND NTB, Porprov XII NTB 2026 secara umum
telah berjalan dengan baik. Memang ada beberapa kericuhan yang terjadi di
sejumlah cabang olahraga, tetapi hal tersebut merupakan bagian dari dinamika
dalam sebuah kompetisi yang melibatkan ribuan atlet, ofisial, dan suporter.
Yang paling penting adalah bagaimana setiap persoalan dapat diselesaikan sesuai
mekanisme yang berlaku," ujar Wildan, Jumat (24/7).
Ia menilai, tensi tinggi dalam pertandingan olahraga
merupakan hal yang tidak bisa sepenuhnya dihindari. Namun demikian, hal
tersebut tidak seharusnya dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa
penyelenggaraan Porprov mengalami kegagalan.
"Kompetisi olahraga selalu menghadirkan semangat juang
yang tinggi. Selama panitia, perangkat pertandingan, dan KONI mampu melakukan
penyelesaian secara profesional, maka dinamika tersebut justru menjadi bahan
evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depan," katanya.
Wildan juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar
memberikan ruang apresiasi kepada ribuan atlet yang telah berjuang mengharumkan
nama daerah masing-masing. Menurutnya, perhatian publik jangan sampai hanya
tersedot pada insiden-insiden tertentu hingga mengabaikan prestasi yang
berhasil ditorehkan para atlet NTB.
"Jangan sampai kerja keras dan prestasi para atlet
tertutup oleh pemberitaan mengenai kericuhan. Esensi Porprov adalah melahirkan
atlet-atlet terbaik NTB sebagai bagian dari proses pembinaan menuju ajang
nasional, termasuk persiapan menghadapi PON 2028," tegasnya.
Lebih lanjut, EW LMND NTB berharap seluruh catatan selama
penyelenggaraan Porprov dapat dijadikan bahan evaluasi konstruktif oleh Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB dan seluruh panitia pelaksana agar
kualitas penyelenggaraan event olahraga daerah terus meningkat pada masa
mendatang.
Wildan menambahkan bahwa NTB saat ini sedang mempersiapkan
diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Karena itu, seluruh
pihak diharapkan menjadikan Porprov sebagai momentum pembelajaran bersama dalam
memperbaiki tata kelola penyelenggaraan olahraga.
"Setiap event besar pasti memiliki tantangan. Yang
terpenting bukan apakah ada dinamika atau tidak, melainkan bagaimana
penyelenggara mampu melakukan evaluasi dan perbaikan. Kami optimistis
pengalaman Porprov tahun ini akan menjadi modal berharga bagi NTB dalam
menyongsong PON 2028," pungkasnya. Pernyataan ini sejalan dengan pandangan
bahwa insiden yang muncul selama Porprov merupakan bagian dari dinamika
kompetisi dan secara umum penyelenggaraan tetap dinilai berjalan baik serta
menjadi bahan evaluasi menuju agenda olahraga yang lebih besar.
