![]() |
| kegiatan bersih-bersih Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri |
Noviral-Nojustice.com//Kabupaten Gorontalo. Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, suasana kebersamaan begitu terasa di lingkungan Masjid Wal Asri yang berada di Dusun Limu, Desa Suka Damai. Pada Jumat, 13 Maret 2026, para jamaah khususnya kaum ibu berkumpul dengan penuh semangat untuk melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan masjid.
Pemandangan tersebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih biasa.
Di bawah terik matahari pagi, para jamaah terlihat membawa sapu dan peralatan kebersihan, menyapu halaman, merapikan lingkungan, hingga memastikan setiap sudut masjid terlihat bersih dan nyaman.
Semua dilakukan dengan sukarela, tanpa pamrih, demi menyambut hari kemenangan umat Islam.
Tradisi gotong royong seperti ini sejatinya mencerminkan nilai luhur masyarakat desa yang masih terjaga hingga hari ini.
Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kebersamaan dan solidaritas warga.
Ketika masyarakat bergotong royong membersihkan rumah ibadahnya, sesungguhnya mereka sedang merawat nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.
Dalam konteks menyambut Idul Fitri, kebersihan masjid memiliki makna yang lebih dalam.
Idul Fitri bukan hanya tentang mengenakan pakaian baru atau menyajikan hidangan khas lebaran, tetapi juga tentang membersihkan hati dan mempererat hubungan antar sesama. Membersihkan masjid menjadi simbol kesiapan umat untuk kembali kepada fitrah dalam keadaan suci lahir dan batin.
Apa yang dilakukan oleh jamaah Masjid Wal Asri di Dusun Limu ini menjadi contoh sederhana namun bermakna besar.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, semangat gotong royong seperti ini mengingatkan kita bahwa kekuatan masyarakat terletak pada kebersamaan.
Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, bukan hanya menjelang Idul Fitri, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Karena dari masjid yang bersih dan jamaah yang kompak, lahir pula masyarakat yang kuat dan penuh kepedulian.*Jefry*
