![]() |
| Foto; Evakuasi Korban |
Noviral-NoJustice.com//Kabupaten Gorontalo - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo, mengungkap identitas wanita usia lanjut (lansia) yang hanyut di Sungai Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Kamis, (05/02/2026)
Berdasarkan data resmi, korban bernama Nita Tajiru. Ia telah menginjak usia 80 tahun. Warga Desa Balate Jaya, Kabupaten Boalemo, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Paguyaman pada Senin (2/3/2026) sore lalu
KPP Gorontalo menerima laporan pada Selasa (3/3/2026) lalu dan segera mengerahkan tim gabungan untuk menyisir sungai yang arusnya sedang meluap drastis
Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi pukul 09.22 Wita.
Nita merupakan warga Dusun Bukit Harapan, Desa Balate Jaya. Ia dilaporkan hilang terseret arus saat kondisi cuaca di wilayah Paguyaman sedang ekstrem.
Penemuan jasad Nita Tajiru mengakhiri spekulasi dan kekhawatiran warga yang sejak awal pekan melakukan penyisiran mandiri sebelum bantuan profesional tiba.
Dipantau langsung awak media noviralnojastice Gorontalo dalam operasi pencarian ini secara resmi ditutup oleh otoritas terkait setelah jenazah korban berhasil dievakuasi dari sungai. Penutupan operasi dilakukan dengan penuh rasa duka oleh tim gabungan.
Kepala Seksi Operasi KPP Gorontalo, Halidin La Bidu, memberikan keterangan mendalam mengenai kronologi kejadian yang menimpa lansia malang tersebut. "(Ditemukan) masih di sungai, sekitar pukul 09.22 Wita," ujar Halidin.
terseret arus Sungai Paguyaman di Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, rabu (4/3/2026) kemarin. Korban ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa ini bermula pada Senin (2/3/2026) pagi berapa hari lalu Seperti hari-hari biasanya, Nita Tajiru berangkat menuju kebun miliknya untuk beraktivitas.
Tiba pada pukul 05.30 Wita, Nita melangkahkan kaki menuju kebun didampingi oleh istrinya.
Harapan, area yang cukup jauh dari pemukiman warga. Jaraknya diperkirakan sekitar 3 kilometer dari kediaman mereka.
Pasangan lansia ini menghabiskan waktu berjam-jam di kebun hingga siang hari tiba. Namun, ketenangan mereka terusik oleh perubahan cuaca yang mendadak.
Sekira pukul 14.30 Wita, langit di atas Paguyaman menggelap. Hujan dengan intensitas deras mengguyur wilayah tersebut tanpa ampun.
Menyadari bahaya cuaca buruk, Nita dan istrinya memutuskan untuk segera bergegas pulang guna menghindari badai yang lebih besar. Tutupnya Kamis, (05/03/2026).*Jefry*




.jpg)
.jpg)
.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
