Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wasit Jadi Korban Penganiayaan di Wali Kota Bima Cup 2026, IMPERIUM NTB Minta Evaluasi Total Pengamanan dan Hentikan Turnamen

5/30/2026 | Mei 30, 2026 WIB | 11K Last Updated 2026-05-30T09:46:47Z

 

 

Noviralnojustice.com_KOTA BIMA – Ketua DPD IMPERIUM NTB, Muhammad Ramadhan, mengecam keras insiden penganiayaan terhadap wasit yang terjadi dalam pertandingan Turnamen Sepak Bola Wali Kota Bima Cup 2026 di Lapangan Teratai Mako Brimob Batalyon C Pelopor, Kota Bima, Jumat (29/5/2026).

 

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan lagi sekadar pelanggaran disiplin dalam olahraga, melainkan telah masuk dalam kategori tindak pidana yang harus diproses secara hukum. Ia menegaskan bahwa siapapun pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap wasit wajib segera diamankan dan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

"Ini bukan lagi persoalan pertandingan sepak bola. Ketika seorang wasit diserang dan menjadi korban penganiayaan saat menjalankan tugasnya, maka yang terjadi adalah tindak pidana. Pelaku harus segera ditangkap dan diproses hukum tanpa kompromi," tegas Ramadhan.

 

 

Ramadhan menilai insiden tersebut menjadi tamparan serius bagi penyelenggaraan turnamen yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu ajang sepak bola paling bergengsi di Kota Bima. Terlebih lagi, peristiwa itu terjadi di kawasan Mako Brimob yang semestinya menjadi simbol keamanan dan ketertiban.

 

 

"Kejadian ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengamanan pertandingan. Bagaimana mungkin seorang wasit bisa menjadi korban penganiayaan di tengah pertandingan yang seharusnya mendapatkan pengawasan dan pengamanan maksimal. Ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.

 

 

Atas dasar itu, IMPERIUM NTB mendesak Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto Banu Kristanto, S.I.K., M.M..untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan serta mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

 

 

Selain penegakan hukum, IMPERIUM NTB juga meminta Wali Kota Bima bersama ketua panitia pelaksana  untuk menghentikan sementara seluruh rangkaian Turnamen Wali Kota Bima Cup 2026 hingga terdapat kepastian hukum terhadap pelaku serta adanya jaminan keamanan yang memadai bagi wasit, pemain, official, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi.

 

 

Menurut Ramadhan, penghentian sementara turnamen merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga kondusivitas, mencegah munculnya konflik lanjutan, serta memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara maksimal dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Jangan sampai turnamen yang seharusnya menjadi ajang sportivitas, persaudaraan, dan hiburan masyarakat justru tercoreng oleh tindakan anarkis yang mencederai nilai-nilai olahraga. Sebelum ada kepastian hukum dan jaminan keamanan, turnamen ini sebaiknya dihentikan sementara demi menjaga ketertiban dan marwah kompetisi," pungkasnya.

 

 

IMPERIUM NTB menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga pelaku mendapatkan sanksi hukum yang setimpal dan seluruh pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pertandingan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

 


×
Berita Terbaru Update