Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

EW LMND NTB Soroti Represivitas Aparat terhadap Gerakan Mahasiswa, Desak Usut Tuntas Pelaku Kekerasan

6/24/2026 | Juni 24, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-06-28T10:01:43Z

 

      (Foto Korban Represivitas Dan Masa Aksi Serta Foto Muhammad Ramadhan Ketua Ew Lmnd Ntb )

Mataram _ Noviral nojustice.com – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Nusa Tenggara Barat menyoroti tindakan represif aparat keamanan terhadap massa aksi mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB. Aksi yang berlangsung pada Selasa (23/6) tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka setelah terjadi bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan. Berdasarkan sejumlah laporan media, aksi mahasiswa yang menuntut evaluasi berbagai kebijakan pemerintah itu berujung saling dorong dan pembubaran paksa oleh aparat.

 

 Ketua EW LMND NTB, Muhammad Ramadhan, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap mahasiswa merupakan bentuk kemunduran demokrasi yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum. Menurutnya, mahasiswa turun ke jalan sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, bukan untuk diperlakukan sebagai musuh negara.

 

 "Kami mengecam keras segala bentuk tindakan represif aparat terhadap mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi. Kritik dan protes adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Ketika mahasiswa dipukul, didorong, dan dilukai karena menyuarakan kepentingan rakyat, maka yang sedang dipertontonkan adalah wajah kekuasaan yang anti kritik dan gagal menghargai kebebasan sipil," tegas Muhammad Ramadhan.

 

 Ramadhan juga menyoroti insiden yang menimpa Rizki, yang diketahui merupakan Ketua PC PMII Lombok Barat. Dalam peristiwa tersebut, Rizki diduga menjadi korban pemukulan oleh aparat penegak hukum hingga mengalami luka pada bagian hidung dan wajah. Menurutnya, peristiwa itu harus diusut secara transparan karena mencederai prinsip profesionalitas aparat dalam mengamankan aksi demonstrasi.

 

"Kami mendapat informasi bahwa saudara Rizki mengalami luka di bagian hidung dan wajah akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat. Ini bukan sekadar insiden biasa, tetapi persoalan serius yang menyangkut penghormatan terhadap hak-hak warga negara. Aparat yang terbukti melakukan kekerasan harus diproses dan diberikan sanksi tegas," lanjutnya.

 

EW LMND NTB menilai penggunaan pendekatan represif dalam menghadapi aksi mahasiswa hanya akan memperburuk hubungan antara rakyat dan negara. Ramadhan menegaskan bahwa pemerintah seharusnya membuka ruang dialog yang sehat dan demokratis, bukan membiarkan aparat menjadi alat pembungkam kritik. Ia juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa Indonesia mencatat berbagai perubahan besar justru lahir dari keberanian gerakan mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan rakyat.

 

"Negara tidak boleh alergi terhadap kritik. Ketika mahasiswa turun ke jalan, itu merupakan alarm bahwa ada persoalan yang harus didengar oleh penguasa. Jika setiap kritik dibalas dengan kekerasan, maka demokrasi hanya akan menjadi slogan kosong tanpa makna."

 

Atas peristiwa tersebut, EW LMND NTB mendesak Kepolisian Daerah NTB untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan tindakan kekerasan yang terjadi selama aksi berlangsung. Selain itu, LMND NTB meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan menjamin kebebasan berpendapat serta menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat yang memperjuangkan kepentingan publik.

 

 "Demokrasi tidak boleh dibangun di atas rasa takut. Negara wajib menjamin keamanan setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat. Kami akan terus berdiri bersama gerakan mahasiswa dan rakyat untuk melawan segala bentuk pembungkaman terhadap suara-suara kritis," tutup Muhammad Ramadhan.

   

×
Berita Terbaru Update