Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Tangki Biru Putih Muat BBM Subsidi Berkeliaran Di Wilayah Hukum Polres Gresik, Publik Pertanyakan Ketegasan APH

5/29/2026 | Mei 29, 2026 WIB | 11K Last Updated 2026-05-29T12:00:25Z




 Gresik — Jumat: 29 Mei 2026, Sebuah tangki berwarna biru putih berlogo PT Nur Jaya Energi (NJE) diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam jumlah besar dan menjadi sorotan setelah mengalami gangguan di pintu keluar Tol Legundi/Karangandong, wilayah hukum Polres Gresik. Peristiwa ini memantik pertanyaan publik terkait dugaan praktik distribusi ilegal BBM subsidi yang disebut-sebut sudah lama bergerak secara senyap namun terkesan sulit tersentuh hukum.


Menurut informasi yang dihimpun awak media di lokasi, kendaraan tangki tersebut disebut memiliki kapasitas sekitar 8.000 liter. Sopir yang mengaku bernama Supri, saat dimintai keterangan oleh awak media, menyebut dirinya sedang mengangkut BBM milik seseorang bernama Fery, warga Mojoagung, Jombang.


Pernyataan itu semakin memunculkan tanda tanya ketika Supri mengaku BBM tersebut diambil dari kawasan yang disebut sebagai SATRAD 405 Ploso, Jombang, sebelum dikirim menuju salah satu gudang di kawasan Tambak Mayor yang disebut milik pihak berinisial SB/DL.


Jika pengakuan tersebut benar, maka publik patut mempertanyakan bagaimana distribusi BBM bersubsidi bisa bergerak leluasa menggunakan armada tangki besar tanpa pengawasan ketat. Sebab, BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, nelayan, petani, dan sektor tertentu yang membutuhkan bantuan negara, bukan untuk diperjualbelikan secara bebas demi keuntungan segelintir pihak.


Peran Media dan Harapan Publik


Sebagai fungsi kontrol sosial, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara objektif dan berimbang. Temuan ini menjadi sorotan publik mengingat pengelolaan BBM adalah hal yang sangat strategis dan diatur ketat oleh undang-undang.


Oleh karena itu, masyarakat menuntut keterbukaan informasi dan tindakan nyata dari aparat kepolisian serta instansi penegak hukum lainnya.


Transparansi dari pihak berwenang dalam menangani kasus ini sangat diperlukan guna membangun kembali kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah , serta memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan maupun perdagangan ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.


Ironisnya, hingga berita ini ditulis, belum terlihat adanya tindakan terbuka ataupun penjelasan resmi dari aparat terkait dugaan distribusi BBM subsidi tersebut. Kondisi ini memunculkan persepsi liar di tengah masyarakat bahwa praktik mafia migas masih memiliki ruang bergerak di wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Gresik.


Awak media juga mencoba mengonfirmasi salah satu oknum berinisial YSF yang disebut-sebut pernah berkecimpung dalam jaringan mafia migas. Namun saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, yang bersangkutan memilih diam dan tidak memberikan jawaban sedikit pun. Sikap bungkam tersebut justru memunculkan spekulasi dan kecurigaan baru di tengah masyarakat.


Tidak hanya itu, YD selaku pemilik PT Nur Jaya Energi juga belum memberikan klarifikasi. Saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, nomor yang bersangkutan tidak diangkat. Tidak adanya penjelasan resmi dari pihak perusahaan membuat publik semakin bertanya-tanya mengenai legalitas muatan serta jalur distribusi yang dijalankan armada tersebut.


Kasus ini dinilai tidak bisa dipandang sebagai persoalan sepele. Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan persoalan serius yang merugikan negara dan masyarakat luas. Setiap liter BBM subsidi yang disalahgunakan sama artinya dengan merampas hak rakyat kecil yang setiap hari bergantung pada bantuan energi dari negara.


Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum, khususnya Polres Gresik dan pihak terkait lainnya, untuk mengusut tuntas asal-usul BBM tersebut, legalitas distribusinya, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat di belakang layar. Transparansi penanganan perkara menjadi penting agar tidak muncul anggapan bahwa praktik mafia BBM kebal hukum dan terus hidup di balik lemahnya pengawasan.


Hingga berita ini diterbitkan, seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan masih dalam upaya konfirnasi (TL)

×
Berita Terbaru Update