Notification

×

Iklan

Iklan 728x90 google news

 


Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dukung Smart City dan Mobilitas Perkotaan Modern, KAI Daop 7 Uji Coba Integrasi Ojol

| Januari 05, 2026 WIB | 0 k


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat peran strategis perkeretaapian dalam mendukung transformasi kota berbasis teknologi dan layanan publik modern. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Blitar dalam mewujudkan Smart City, KAI Daop 7 Madiun melakukan uji coba integrasi layanan ojek online (ojol) di area Stasiun Blitar, sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Langkah ini selaras dengan diterbitkannya Surat Edaran Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin Nomor 30 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Penggunaan Teknologi Informasi di berbagai sektor pelayanan publik, termasuk transportasi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa Stasiun Blitar kini tidak lagi menjadi zona terbatas bagi transportasi daring. KAI membuka akses bagi layanan berbasis aplikasi guna memberikan kemudahan konektivitas bagi pelanggan kereta api, khususnya pada masa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).


“Stasiun Blitar saat ini telah bertransformasi menjadi simpul transportasi modern yang ramah teknologi. Sama halnya dengan terminal, stasiun kini bukan lagi zona terbatas bagi ojek online. Integrasi ini kami lakukan untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian layanan bagi masyarakat,” ujar Tohari.


Sebagai tahap awal, KAI Daop 7 Madiun bersama salah satu operator transportasi daring melaksanakan masa uji coba (trial) dengan pengaturan titik penjemputan dan pengantaran penumpang langsung di dalam kawasan Stasiun Blitar. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan aspek keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus penumpang tetap terjaga.


Kebijakan ini menjadi semakin relevan seiring dengan tingginya volume penumpang kereta api di Stasiun Blitar selama masa Nataru 2025/2026.


Berdasarkan data sementara periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat:


Penumpang KA Jarak Jauh (KAJJ)


Naik: 13.298 pelanggan


Turun: 14.743 pelanggan


Puncak volume terjadi pada 28 Desember 2025, dengan 1.017 pelanggan naik dan 1.076 pelanggan turun


Hari biasa: 400–500 pelanggan per hari


Akhir pekan: 600–900 pelanggan per hari


Frekuensi: 27 perjalanan KAJJ per hari


Penumpang KA Lokal Dhoho/Penataran


Hari biasa: 1.500–1.700 pelanggan per hari


Akhir pekan: 1.700–2.000 pelanggan per hari


Puncak Nataru: mencapai hingga 2.400 pelanggan per hari


Frekuensi: 13 perjalanan KA lokal per hari


Data tersebut bersifat dinamis dan masih dapat berubah hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru.


Menurut Tohari, tingginya mobilitas penumpang tersebut menuntut adanya sistem transportasi lanjutan 

yang mudah diakses, tertib, dan terintegrasi. Kehadiran ojol di dalam stasiun diharapkan dapat memangkas waktu tempuh, mengurangi kepadatan di area luar stasiun, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih seamless bagi pelanggan.


“Integrasi transportasi ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pengembangan Kota Blitar sebagai kota perdagangan, jasa, dan pariwisata yang modern dan berkelanjutan. Kami ingin kereta api menjadi tulang punggung mobilitas yang terhubung langsung dengan moda lanjutan,” tambahnya.


KAI Daop 7 Madiun optimistis bahwa optimalisasi layanan transportasi berbasis teknologi di Stasiun Blitar dapat menjadi model pengembangan integrasi transportasi perkotaan di wilayah lain, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sektor pariwisata, serta kualitas pelayanan publik secara nasional.


About KAI Daop 7 Madiun


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun


Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES  

×
Berita Terbaru Update