GRESIK noviralnojustice.com – 10 April 2026 – Tragedi sosial di Semambung, Driyorejo, kini memasuki babak baru yang lebih menyakitkan. Setelah kios-kios yang menjadi sandaran hidup puluhan kepala keluarga diratakan paksa, kini harapan mereka terhadap DPRD Gresik ikut “dibongkar” di depan mata.
Penertiban paksa yang dilakukan tim gabungan Satpol PP, Dinas PUPR, Dishub, TNI-Polri, serta aparat kecamatan dan kelurahan itu meninggalkan trauma mendalam. Banyak pedagang yang selama bertahun-tahun berjualan di lahan PU mengaku pernah mendapatkan surat izin resmi pada masa Bupati sebelumnya. Namun semua bukti itu seolah diabaikan. Alat berat tetap menghancurkan segalanya.
Audiensi yang Berubah Menjadi Panggung Penolakan
Hanya sehari setelah pembongkaran, DPRD Gresik mengirim undangan audiensi. Warga Semambung datang penuh harap, membawa berkas-berkas bukti dan didampingi tokoh pergerakan Ali Candi dari Genpatra.
Sayang, harapan itu hancur berkeping-keping.
Di tengah forum resmi tersebut, seorang anggota DPRD meminta Ali Candi keluar dari ruangan dengan alasan “tidak berkepentingan langsung”. Kata-kata itu bagaikan percikan api di tengah minyak. Suasana langsung memanas.
Tanpa ragu, seluruh warga yang hadir melakukan walk out massal sebagai bentuk protes paling keras. Mereka meninggalkan ruangan audiensi yang seharusnya menjadi tempat menyampaikan aspirasi.
Sebelum keluar, Ali Candi sempat menyampaikan orasi yang mengguncang:
“Bupati Robbach Ma’sum dulu memberi izin karena beliau paham rakyat butuh kerja dan makan. Tapi sekarang, yang dulu legal tiba-tiba dianggap liar. Kebijakan seperti apa ini?”
(Kamis, 9 April 2026)
Pertanyaan Besar untuk DPRD Gresik
Ironisnya, forum yang berantakan itu adalah undangan resmi DPRD sendiri. Warga yang diundang justru diperlakukan sebagai pihak luar. Wakil rakyat yang seharusnya menjadi garda terdepan pembela aspirasi masyarakat, justru terlihat menutup pintu.
Kini masyarakat Semambung kehilangan bukan hanya tempat usaha, tapi juga kepercayaan kepada lembaga legislatif daerah.
Apakah DPRD Gresik masih mengingat sumpah jabatannya sebagai wakil rakyat?
Atau sudah benar-benar lupa diri?
Warga Semambung menunggu sikap tegas dan solusi nyata, bukan sekadar panggilan audiensi yang berujung kekecewaan.
Editor: Redaksi Satu




.jpg)
.jpg)
.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
-picsay.jpg)
