Notification

×

Iklan

Iklan 728x90 google news

 


Indeks Berita

Tag Terpopuler

TSUNAMI NARKOBA ROKAN HILIR MELEDAK! 500 Warga Me – Nepal: Mengeruduk Rumah Mewah Di Duga Bandar Narkoba

| April 13, 2026 WIB | 0 k


 Foto Ist: “Riau Bukan Darurat Narkoba Lagi, Tapi Sudah TSUNAMI NARKOBA!” Anggota DPR RI Komisi III Siti Aisyah Minta Kapolri Evaluasi Total Jajaran Polda Riau

Rokan Hilir – 13 April 2026, Dalam ledakan amarah massal yang luar biasa, sekitar 500 warga Panipahan turun ke jalan melakukan aksi paling dramatis di Riau tahun ini: “Me – Nepal” — mengeruduk dan menggerebek paksa sebuah rumah mewah di wilayah Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Warga yang sudah tidak tahan lagi langsung membobol pagar, mendobrak pintu, dan menyisir habis rumah yang selama ini dikenal sebagai, di duga “Rumah Bandar Narkoba”, sarang peredaran narkotika skala besar yang dianggap “kebal hukum”.

Aksi “Me – Nepal” yang ricuh dan penuh emosi ini langsung mengguncang Riau dan menjadi sorotan nasional. Anggota DPR RI Komisi III, Siti Aisyah, langsung melontarkan kritik paling pedas:

“Riau bukan darurat narkoba lagi! Riau sudah masuk fase TSUNAMI NARKOBA!” tegas Siti Aisyah dengan nada membara.

“Bagaimana mungkin, diduga Rumah Bandar Narkoba di Panipahan bisa berdiri megah, beroperasi terang-terangan selama inj, sementara Polda Riau seolah buta, tuli, dan lumpuh total? Ini bukan kegagalan. Ini pengkhianatan negara terhadap rakyat!”

Menurut Siti Aisyah, aksi Me – Nepal, diduga Rumah Bandar Narkoba ini adalah bukti nyata bahwa aparat penegak hukum di tingkat daerah telah gagal total. Warga terpaksa mengambil tindakan sendiri karena merasa ditinggalkan dan dikhianati.

“Ketika rakyat harus turun tangan melakukan Me – Nepal dan mengeruduk sendiri, diduga sarang bandar narkoba, itu artinya negara sudah kalah telak. Polda Riau harus bertanggung jawab penuh atas kekacauan ini!” tegasnya.

Sorotan Tajam dan Konsekuensi Berat bagi Polda Riau:

Siti Aisyah mendesak Kapolri segera melakukan evaluasi total dan konsekuen terhadap seluruh jajaran Polda Riau:

Audit Menyeluruh dari Kapolda hingga Polsek terkait, Siapa yang tidur? Siapa yang tutup mata? Siapa yang diduga bermain dengan bandar?

Kegagalan Intelijen Memalukan, rumah mewah duduga Bandar Narkoba yang di "Nepal" bukan tempat tersembunyi. Mengapa warga yang harus me - Nepal, nya, nenggeruduk!

Hilangnya Kepercayaan Publik, Aksi Me – Nepal ini adalah sinyal darurat merah bahwa masyarakat sudah tidak percaya lagi pada polisi dalam urusan narkoba.

Konsekuensi Nyata, Mutasi besar-besaran, pemberhentian tidak hormat, pemeriksaan etik, hingga proses pidana jika ditemukan kelalaian atau keterlibatan oknum.

“Kalau Polda Riau tidak mampu menghentikan Tsunami Narkoba ini, DPR akan dorong reformasi total. Rakyat sudah muak dengan sandiwara pemberantasan narkoba!” tegas Siti Aisyah.

“Me – Nepal, diduga Rumah Bandar Narkoba di Panipahan” kini menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap banjir narkoba yang telah merusak generasi muda Rokan Hilir. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Riau belum memberikan keterangan resmi yang memadai.

Pernyataan keras Siti Aisyah malam ini menjadi tamparan keras bagi seluruh aparat di Riau: Berhenti main-main dengan narkoba! Rakyat sudah bangkit di Panipahan. Sekarang giliran negara membuktikan diri.


Rilis ini disusun berdasarkan pernyataan Anggota DPR RI Komisi III Siti Aisyah dan fakta aksi "Nepal" demonstrasi warga di wilayah Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.


Editor: Redaksi Satu



×
Berita Terbaru Update