Notification

×

Iklan

Iklan 728x90 google news

 


Indeks Berita

Tag Terpopuler

PW SEMMI NTB Mendesak Mabes Polri dan Polda NTB Periksa Jeevva Klui Resort Terkait Dugaan Lokasi Pesta Narkoba Eks Kapolres Bima Kota.

| Februari 22, 2026 WIB | 0 k


 



noviralnojustice.com -Mataram, 21 Februari 2026 — Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Nusa Tenggara Barat (PW SEMMI NTB) mendesak Mabes Polri dan Polda NTB untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak manajemen Jeevva Klui Resort, yang diduga menjadi lokasi pesta narkoba yang melibatkan eks Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro.


Sebagaimana telah diberitakan, karier AKBP Didik Putra Kuncoro di Korps Bhayangkara resmi berakhir setelah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Polri. Putusan tersebut dibacakan dalam Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Mabes Polri pada 19 Februari 2026. Dalam konferensi pers, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa yang bersangkutan terbukti melanggar kode etik terkait penyalahgunaan narkotika dan penyimpangan perilaku.


Berdasarkan informasi yang beredar, sebelum proses etik berlangsung, Didik disebut-sebut pernah menginap dan menggelar acara di salah satu hotel di kawasan Senggigi, yakni Jeevva Klui Resort, bersama seorang perempuan. Dalam kegiatan tersebut diduga terjadi pesta narkoba yang difasilitasi oleh tersangka bandar narkoba berinisial KE.


Adapun barang bukti yang disita dalam perkara ini antara lain sabu seberat 16,3 gram, ekstasi sebanyak 49 butir dan 2 butir sisa pakai (23,5 gram), Alprazolam 19 butir, Happy Five 2 butir, serta ketamin 5 gram.


Muhammad Rizal Ansari Ketua PW SEMMI NTB, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti pada individu semata. “Jika benar ada aktivitas penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel berbintang di kawasan wisata Senggigi, maka perlu ada pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak manajemen hotel. Apakah ada pembiaran? Apakah ada indikasi aliran dana atau fasilitas yang disediakan? Ini harus dibuka secara transparan,” tegasnya.


PW SEMMI NTB juga meminta Mabes Polri dan Polda NTB untuk:

1. Memeriksa manajemen dan staf hotel terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut.

2. Menelusuri kemungkinan adanya aliran dana narkoba yang melibatkan pihak lain.

3. Membuka hasil penyelidikan secara transparan kepada publik.


Menurut Rizal Ketua PW SEMMI NTB, langkah tegas dan terbuka sangat penting untuk menjaga integritas institusi kepolisian serta citra pariwisata NTB, khususnya kawasan Senggigi sebagai destinasi unggulan Lombok.

“Kami tidak ingin kasus ini mencoreng nama baik daerah dan merusak kepercayaan publik. Penegakan hukum harus menyentuh semua pihak tanpa tebang pilih,” tutup pernyataan tersebut.


×
Berita Terbaru Update