Notification

×

Iklan

Iklan 728x90 google news

 


Indeks Berita

Tag Terpopuler

Revolusi Yang Membeku: Kuasa Absolut Dalam Bingkai Legitimasi Ilahiah

| Maret 04, 2026 WIB | 0 k

 

Source : Encyclopedia Britannica, TheAfriPost, The Jerusalem Post


NoViral-NoJustice.com//Kabupaten Gorontalo. Sayyid Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad, Iran, dalam keluarga ulama kelas menengah. Sejak awal terlibat aktif dalam perlawanan terhadap rezim monarki Shah, ia belajar di seminari Qom dan berakar kuat dalam jaringan politik yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini sebelum revolusi 1979. 


Khamenei ditangkap berkali-kali oleh aparat Shah dan membangun reputasi awal sebagai aktivis Islamis yang berdedikasi. Kemenangan revolusi membuka jalannya ke puncak kekuasaan. 


Pada tahun 1981 ia terpilih sebagai Presiden Iran dan kemudian, setelah meninggalnya Khomeini pada 1989, diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) jabatan tertinggi di republik teokratis Iran yang memberinya otonomi hampir absolut atas politik, militer, dan sistem peradilan.


Secara struktural, jabatan ini membentuk kediktatoran religius yang berjarak jauh dari gagasan demokrasi liberal: lembaga-lembaga yang seharusnya representatif telah digeser atau diberi batasan kuat oleh kekuasaan teokratik yang dikendalikan oleh Khamenei. 


Diskualifikasi kandidat reformis dari pemilu, pengawasan ketat media, dan dominasi badan keamanan atas ruang publik adalah manifestasi dari praktik otoritarianisme ini. 


Dalam kebijakan domestik, rezim di bawah Khamenei menunjukkan pola yang konsisten: mengekang kebebasan sipil dan meredam oposisi. Protes besar  dari gerakan hijau 2009 hingga demonstrasi “Wanita, Kehidupan, Kebebasan” yang digerakkan oleh kematian Mahsa Amini direspons dengan kekerasan, penahanan massal, dan pembatasan hak dasar.


Laporan hak asasi manusia mencatat angka eksekusi dan pelanggaran yang tinggi, serta penindasan terhadap minoritas dan kaum perempuan.


Dalam dimensi ekonomi, kebijakan rezim yang berpadu antara sentralisasi kekuasaan dan patronase politik memperburuk stagnasi: kendali sektor strategis oleh Korps Pengawal Revolusi (IRGC) menghambat kompetisi, memperlemah produktivitas, dan memperburuk krisis ekonomi yang diperburuk oleh sanksi internasional.


Kritik ekonom menilai bahwa kombinasi dominasi militer, politik dan kegagalan kebijakan struktural telah melumpuhkan potensi ekonomi Iran.


Di tataran internasional, Khamenei memelihara retorika anti Barat yang tajam, sekaligus menggunakan jaringan proxy dan milisi di seluruh kawasan dari Lebanon hingga Irak dan Yaman sebagai alat geopolitik. 


Kebijakan luar negeri ini memperdalam isolasi Iran dan memicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah, termasuk ketegangan lama dengan Israel dan Amerika Serikat.


Dalam refleksi akademis, ada dua sisi yang perlu dibedah: pertama, Khamenei sebagai penjaga struktur teokratis yang mempertahankan rezimnya dari disintegrasi internal; kedua, sebagai figur yang bertanggung jawab atas pembatasan drastis terhadap hak politik dan sosial warga negaranya. 


Hal ini menegaskan bahwa warisannya lebih kompleks daripada narasi monolitik tentang stabilitas atau resistensi semata. 


Sebagai seorang pemimpin revolusioner yang kemudian menjadi figur absolut dalam politik negara, Sayyid Ali Khamenei mencerminkan dualitas fundamental antara legitimasi teologis dan legitimasi kekuasaan politik. 


Kepemimpinannya mempertahankan struktur teokratis yang sangat terkontrol tetapi juga menghadapi konflik yang mendalam — baik internal maupun eksternal — atas arah Republik Islam. Dinamika ini membuatnya menjadi subjek yang tak terelakkan dalam kajian tentang otoritarianisme modern, hubungan agama-negara, dan rivalitas geopolitik di abad ke-21.


Kepemimpinan Khamenei berakhir dengan wafatnya pada 28 Februari 2026, saat serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel menewaskannya di Teheran. 


Berakhirnya masa kepemimpinannya menandai fase baru dalam sejarah Republik Islam, dengan tantangan besar dalam transisi kekuasaan serta dampak geopolitik jangka panjang.*Jefri*



×
Berita Terbaru Update